Cara Mengatasi Anak Balita Susah Makan

Cara Mengatasi Anak Balita Susah Makan

Anak usai balita merupakan masa anak bermain. Di masa ini, tidak jarang anak akan lebih tertarik dengan maianan dibandingkan dengan makanan. Cara Mengatasi Bayi Susah Makan yang khusus dalam menghadapinya.


Sering kali kita temui bayi susah makan tentu saja masalah ini akan membuat orang tua merasa kebingungan dalam menyikapinya. Terkadang terlalu percaya mitos para ibu menganggapnya sebagai hal yang biasa ketika bayi susah makan. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa bayi sangat memerlukan asupan nutrisi yang seimbang agar dapat tumbuh dengan baik. Hal inilah yang menjadi faktor penentu bayi sehat dan aktif.

Sebaiknya cari tahu kenapa bayi susah makan, dengan begitu mam bisa mengatasi masalah bayi suah makan.
Berikut empat hal yang menyebabkan bayi susah makan :

  • Sariawan

Kondisi ini bisa membuat bagian dalam mulut bayi menjadi perih, sehingga bayi enggan untuk makan. Ciri-ciri bayi mengalami sariawan yaitu ada bulatan berwarna putih atau kuning di bagian dalam bibir, pipi, atau gusi. Sariawan dapat disebabkan oleh trauma pada mulut seperti tergigit, alergi makanan, kekurangan vitamin, terinfeksi virus, atau karena faktor keturunan.

  • Menolak Makanan Baru

Bayi akan merasa asing dengan rasa atau tekstur dari jenis makanan yang baru Anda kenalkan, sehingga tidak mau mengonsumsinya. Akan tetapi di masa ini Anda tidak boleh patah semangat. Terus jejali anak dengan makanan baru.

  • Refluks Gastroesofagus (GER)

Refluks Gastroesofagus kondisi ini dapat membuat bayi mengeluarkan isi perutnya. Meski demikian, GER berbeda dengan muntah. Ciri-ciri bayi mengalami GER yaitu rewel berlebihan bahkan sampai sulit tidur, menangis, dan lesu serta pertumbuhannya yang lamabat. Dan pada Kondisi ini bisa saja dibarengi oleh esofagitis (inflamasi pada dinding esofagus) atau juga tidak. Esofagitis dapat membuat bayi sakit saat menelan sehingga dia memilih untuk tidak makan.

Hal Lainnya

Hal lainya adalah bayi masih kenyang, lelah, atau sakit hal ini akan membuat bayi menolak untuk makan.

Setelah Mama mengetahui penyebab-penyebab yang menyebabkan bayi susah makan maka segera tangani. Berikut Cara Mengatasi Balita Susah Makan :

Obati Penyakit Mulut

Beberapa penyebab anak sulit makan salah satunya adanya gangguan sekitar mulut atau tenggorokan. Dengan mengobati penyakit yang ada dapat mengembalikan pola makan anak.

Berikan Makanan Tambahan

Balita dapat diberikan makanan tambahan atau disebut makanan pendamping. Sebagai tambahan dalam memenuhi gizi, hal ini juga berguna untuk meningkatkan nafsu makan balita.

Baca Juga : Ekstrak Salmon dalam Laperma

Mengganti Jenis Makanan

Ketika bayi sudah dapat mengkonsumsi makanan tambahan, maka Orang Tua bisa melakukan berbagai variasi menu makanan untuknya.

Biarkan Bayi Bereksplorasi Saat Makan

Umumnya bayi sulit dalam satu waktu dan hanya mau dipaksa untuk makan. Perlu Mam ketahui sifat balita adalah suka bermain termasuk dalam situasi makan.

Jangan Terlalu Memberi Banyak Minum Sebelum Makan

Umumnya balita suka minum saat makan. Sebaiknya, sebelum memberi makan jangan memberikannya terlalu banyak minum atau susu. Sebab akan membuat balita menjadi mudah kenyang karena perutnya telah terisi banyak air minum atau susu.

Cara Mengatasi Anak Balita Susah Makan

Cara Mengatasi Anak Balita Susah Makan

Buat Makanan Kesukaan Bayi

Bayi yang sudah bisa mengkonsumsi makanan lunak atau bubur saring, boleh dibuatkan menu yang menjadi kesukaannya.

Buat Makanan Menjadi Lunak

Beberapa jenis makanan yang diberikan dalam bentuk lukan lebih disukai. Hal ini bisa disebabkan karena bentuk makanan lunak lebih mudah dikonsumsi anak.

Baca Juga : Vitamin Nafsu Makan Anak

Berikan Suplemen Penambah Nafsu Makan Anak

Laperma™ Platinum adalah minuman berbahan dasar madu sebagai nutrisi untuk tumbuh kembang & daya tahan tubuh anak yang dipadu dari bahan berkualitas dan bermanfaat untuk tubuh anak. Dengan khasiat Madu Afis Mellifera, Sari Ikan Salmon, temulawak, temu ireng dan lempuyang, yang kesemuanya memberikan manfaat baik untuk Masa Keemasan anak. Laperma™ Platinum juga diproses dari bahan madu yang terjamin keaslian, kemurnian dan kualitasnya. Proses pembuatannya dilakukan dengan standar ketat dan lingkungan kerja yang hygienis.

Ketika anak sudah tidak di usia balita lagi akan tatapi nafsu makannya semakin berkurang Mam sebagai orang tua harus mengetahui faktor penyebabnya. Faktor penyebab anak di bagi menjadi dua, yaitu faktor fisik dan faktor psikis.

Faktor fisik merupakan terdapatnya gangguan didalam organ pencernaan atau terdapat infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan faktor psikis adalah adanya gangguan psikologis pada anak, seperti suasana makan yang kurang menyenagkan, tidak pernah makan bersama keluarga, kondisi rumah tangga yang bermasalah, dan masih banyak lagi.

Berikut ada beberapa catatan penting tentang Cara Mengatasi Anak Yg Susah Makan yang tidak boleh terlewatkan oleh Mam saat memberi makan anak :

  1. Sajikan Makanan Dalam Porsi Kecil. Lambung pada anak belum mampu untuk menampung makanan yang terlalu banyak. Jadi berilah makanan sedikit demi sedikit.
  2. Variasikan Makanan. Dengan membuat beberapa pilihan menu makana, akan membuat anak untuk mecobanya. Lalu biarkan anak untuk memilih makanan yang disukainya.
  3. Jadikan Saat Makan Menyenagkan. Hindari menghukum, mengancam, atau menakut-nakuti anak agar anak makan lebih banyak. Ketika hal itu dilakukan oleh orang tua maka akan membuat anak merasa saat –saat makan adalah saat yang tidak menyenangkan.
  4. Atur Jadwal Makan. Dengan mengatur jadwal waktu makan dengan teratur anak akan terbiasa dengan waktu makannya.
  5. Libatkanlah Anak Anda Untuk Menyiapkan Makanan. Misalnya dengan meminta pertolongan anak untuk mengambilkan buah atau sayur untuk menyiapkan di meja makan.

Selamat mencoba.