Yuk Cari Tahu Apa Penyebab Balita 10 Bulan Susah Makan

Yuk Cari Tahu Apa Penyebab Balita 10 Bulan Susah Makan

Menjelang usia 1 tahun pertamanya si Kecil akan mengalami perubahan yang cukup siknifikan. Hal ini dikarenakan organ-organ tubuhnya mulai bekerja secara maksimal, terutama organ pencernaan dan mulai tumbuh gigi. Hal inilah yang menjadi penyebab bayi 10 bulan susah makan. Berbeda dengan penyebab balita susah makan, pada kasus ini Mama dianjurkan untuk tidak terlalu cemas dan kaget terhadap perubahan nafsu makan yang tiba-tiba menurun.

Hal ini adalah hal yang wajar, agar mengetahui cara untuk mengatasi masalah ini beberapa penyebab bayi susah amakan ini perlu Mama perhatikan. Dengan tahu penyebab kenapa si kecil susah makan, pastinya Bunda juga bisa melakukan penanganan yang tepat untuk meningkatkan nafsu makannya.

  • Kekebalan tubuh menurun

Saat nafsu makan si kecil mulai menurun, Bunda patut mewaspadainya karena bisa saja itu merupakan pertanda bahwa ia sedang sakit. Jika nafsu makannya menurun seiring dengan keaktifannya yang menurun juga, sebaiknya Bunda segera membawanya berkonsultasi ke dokter. Tidak hanya sakit, proses tumbuh gigi pada anak juga bisa menjadi penyebab si kecil susah makan. Untuk mengatasinya, Bunda bisa memberikan makanan yang teksturnya lebih halus dan memakai peralatan makan yang nyaman untuknya.

  • Tidak pernah benar-benar merasa lapar

Salah satu penyebab umum kenapa si kecil susah menghabiskan makanannya adalah karena ia belum benar-benar merasa lapar karena terlalu sering mengkonsumsi makanan pendamping seperti cemilan. Solusinya, Bunda bisa mengatur jadwal makan si kecil, mulai dari jadwal makan berat, minum susu hingga waktu pemberian cemilan. Berilah jeda waktu yang cukup antara pemberian makanan berat, susu dan cemilan.

Apa Penyebab Balita 10 Bulan Susah Makan

Yuk Cari Tahu Apa Penyebab Balita 10 Bulan Susah Makan

  • Memiliki pilihan pada rasa

Menginjak masa pertumbuhan, anak juga memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi, termasuk juga rasa ingin tahu terhadap berbagai rasa makanan. Pada masa ini, si kecil sudah mulai memiliki selera tersendiri terhadap rasa. Karena itu, tidak ada salahnya Bunda menambahkan bumbu seperti garam dan gula untuk memberi cita rasa pada makanannya. Namun sebaiknya jangan gunakan bumbu penyedap rasa seperti MSG karena dapat berpengaruh buruk bagi perkembangan sel otaknya.

Baca Juga : Vitamin Nafsu Makan Anak

  • Terlalu banyak ngemil sebelum makan

Pemberian cemilan terutama yang manis seperti permen, coklat dan eskrim yang terlalu banyak, terutama mendekati waktu makan utamanya juga bisa jadi penyebab si kecil susah makan. Hal ini karena cemilan manis tinggi akan kalori yang memberi efek kenyang, walaupun hanya dikonsumsi dalam porsi lecil. Mungkin Bunda menganggap tidak masalah si kecil tidak mau memakan makanan utamanya karena sudah kenyang dengan makanan pendampingnya. Cemilan manis memang mengenyangkan, tapi tidak bisa mencukupi kebutuhan akan asupan nutrisinya. Karena itu, sebaiknya batasi pemberian cemilan untuk si kecil, terutama saat mendekati waktu makan utamanya.

  • Jenuh dengan menu makan

Bunda sedang kebingungan dan bertanya-tanya “biasanya makanan selalu dihabiskan, kok belakangan ini si kecil sering menyisakan makanannya?” Menurunnya nafsu makan si kecil bisa saja dikarenakan ia mulai merasa bosan dengan menu makanan yang terlalu sering Bunda berikan kepadanya. Maka dari itu, mulailah untuk lebih memvariasikan menu makanan untuk si kecil. Bunda bisa mencari tahu di internet ataupun di buku resep untuk mempelajari menu makanan apa saja yang bisa meningkatkan nafsu makan dan tentunya menarik untuk si kecil.

  • Terlalu sering dipaksa untuk makan

Lantaran khawatir kebutuhan gizinya tidak terpenuhi, mungkin Bunda sebagai orang tua sering memaksa si kecil untuk makan. Namun memaksa anak makan, apalagi dengan memberikan ancaman untuk menakut-nakutinya, justru harus Bunda hindari. Karena semakin dipaksa, ia justru akan semakin melakukan perlawanan yang berupa penolakan terhadap makanan. Sebaiknya Bunda membujuknya untuk makan dengan cara-cara yang halus, misalnya dengan menjelaskan kenapa ia harus menghabiskan makanannya.