Apa Penyebab Bayi dan Anak Sulit Makan

Apa Penyebab Bayi dan Anak Sulit Makan?

Penyebab sulit makan sangat bervariasi antara lain penyakit/kelainan organik yang mendasari, interaksi biologis dan faktor lingkungan terutama keluarga. Penyebab yang paling banyak dijumpai adalah pemberian nutrisi yang kurang tepat mengenai komposisi makanan, tekstur maupun tatacara pemberiannya. Perilaku orang tua memegang peranan paling penting dalam praktik pemberian makan pada anak.

Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang sosial budaya serta adat istiadat orangtua/keluarga itu sendiri. Sebagai contoh anak dipaksa meminum jamu-jamuan yang dipercaya dapat menambah nafsu makan, namun justru menimbulkan trauma mendalam pada psikologis anak yang berakibat semakin sulit makan.

Sulit makan berkepanjangan berakibat menurunnya asupan kalori yang dibutuhkan sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dampak sulit makan pada awalnya berpengaruh terhadap berat badan (tetap/dapat turun) kemudian akan memengaruhi tinggi badan serta status gizi.

Pemeriksaan status gizi dilakukan dengan pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Dilakukan pula pemeriksaan fisik lainnya yakni masalah gigi geligi, mulut, kemampuan menelan atau bila terdapat gangguan neurologis yang mungkin dapat mengganggu proses makan. Berbagai hal yang mengganggu proses makan ini harus dideteksi sedini mungkin dan segera diatasi sesuai penyebab yang mendasarinya.

Apa Penyebab Bayi dan Anak Sulit Makan?

Apa Penyebab Bayi dan Anak Sulit Makan?

Apabila anak mengalami kesulitan makan ada beberapa hal yang perlu dilakukan, sesuai dengan feeding rules, yaitu:

Jadwal

  • Jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur
  • Pemberian makan sebaiknya tidak > 30 menit
  • Jangan menawarkan camilan yang lain saat makan kecuali minum

Lingkungan

  • Lingkungan yang menyenangkan (tidak boleh ada paksaan untuk makan)
  • Siapkan serbet untuk alas makan agar tidak berantakan
  • Tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik) saat makan
  • Jangan memberikan makanan sebagai hadiah

Prosedur

  • Berikan makanan dalam porsi kecil
  • Berikan makanan utama dulu, baru diakhiri dengan minum
  • Dorong anak untuk makan sendiri
  • Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan secara netral, yaitu tanpa membujuk ataupun memaksa
  • Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri proses makan
  • Hanya boleh membersihkan mulut anak jika makan sudah selesai

Perilaku banyak orangtua di Indonesia terhadap beberapa hal tersebut masih sangat sulit dilakukan, karena pemahamannya yang masih kurang tepat. Sebagian besar orang tua/pengasuh cenderung membujuk dan menenangkan anak dengan berbagai macam cara supaya anak mau makan, hal ini justru mengganggu konsentrasi makan anak. Bila anak tidak mau makan orang tua seringkali menggantinya dengan susu formula berlebihan. Cara ini mengakibatkan anak selalu kenyang dan semakin sulit mengenal perilaku makan yang benar.

Pencegahan sulit makan sejak dini adalah penerapan aturan makan  (feeding behavior) yang tepat mengacu pada feeding rules yang telah dijelaskan di atas. Pengenalan makan juga harus memenuhi 4 syarat, yakni:

  • Tepat waktu disaat ASI tidak lagi mencukupi kebutuhan nutrisi bayi.
  • Adekuat dalam memenuhi kandungan gizi sesuai usia bayi.
  • Aman dalam penyajian serta penyimpanannya.
  • Makanan diberikan dengan cara yang benar (properly fed) dengan memperhatikan sinyal lapar dan kenyang seorang anak.

Dengan menerapkan feeding rules diharapkan masalah sulit makan pada bayi dapat teratasi sehingga tumbuh kembang menjadi lebih optimal. Namun, apabila anak tetap sulit makan, maka disarankan untuk berkonsultasi langsung kepada ahli gizi atau dokter spesialis anak terdekat.

Sumber Artikel : Ikatan Dokter Anak Indonesia