Perlukah Pemberian Vitamin untuk Anak?

Perlukah Pemberian Vitamin untuk Anak?

Siapa yang tidak ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk sang buah hati tercinta. Cinta dan kasih sayang tentunya sudah diberikan, bagi orang tua cara memberikannya biasanya lewat perhatian dan memberikan asupan makanan bergizi dan vitamin buat anak agar si Kecil menjadi sehat jasmani dan rohaninya. Namun apakah memang vitamin diperlukan untuk buah hati anda?

Penelitian yang dilakukan oleh UC Davis yang dipublikasikan pada bulan Februari 2009 dalam the Archives of Pediatric & Adolescent Medicine telah mendapatkan data dimana banyak anak dan remaja dalam kondisi sehat di Amerika Serikat mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral yang tidak mereka butuhkan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang membutuhkan vitamin justru tidak mendapatkannya. “Banyak anak-anak dan remaja yang mengonsumsi suplemen vitamin justru tidak membutuhkannya karena mereka mendapatkan asupan vitamin yang kuat dari makanan sehari-hari,” kata Ulfat Shaikh, ketua penelitian, asisten professor bagian anak di UC Davis School of Medicine dan seorang dokter di UC Davis Children’s Hospital.

Perlukah Pemberian vitamin untuk Anak?

“Penelitian kami juga mendapatkan data bahwa anak dan remaja yang menghadapi resiko defisiensi (kekurangan) vitamin dan mineral justru hanya sedikit yang mengonsumsi suplemen,” kata Shaikh.

Pemberian Vitamin untuk Anak?

Shaikh dan teman-temannya menganalisis data dari 10.828 anak-anak berusia antara 2-17 tahun yang terlibat dalam National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) sejak tahun 1999-2004. Para peneliti melihat dari aktivitas mereka sehari-hari, tipe makanan yang mereka konsumsi, apakah mereka memiliki asuransi kesehatan, serta beberapa faktor lain sebelum menentukan golongan anak-anak yang membutuhkan asupan suplemen.

The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan vitamin pada anak sehat berusia 1 tahun ke atas.”

“Kami ingin mengetahui golongan anak manakah yang membutuhkan tambahan asupan suplemen vitamin dan mineral serta apakah suplemen ini digunakan oleh orangtua mereka untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kurangnya asupan makanan atau kebersihan makanan,” kata Shaikh.

The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan vitamin buat anak 1 tahun begitu juga vitamin buat anak 2 tahun yang memiliki kondisi sehat. makanan dengan gizi seimbang, dan memiliki akses lebih baik ke pusat kesehatan justru paling banyak mengonsumsi vitamin.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa di antara anak-anak yang memiliki kondisi sangat sehat, 37% mengonsumsi vitamin. Namun hanya sekitar 28% anak-anak yang berada dalam kondisi sakit atau kurang gizi yang mengonsumsi vitamin.

Mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek samping yang bervariasi, mulai dari muntah sampai efek samping serius seperti kerusakan ginjal.