Mengatasi Anak Yang Mengalami Kurang Selera Makan

Mengatasi Anak Yang Mengalami Kurang Selera Makan

Cara mengatasi kurang selera makan pada anak, memang berbeda-beda tergantung dari pribadi buah hati anda masing-masing Setiap anak pasti pernah mengalami penurunan nafsu makan. Terutama ketika usianya telah melewati satu tahun. Berbagai rekasi dilakukannya untuk menolak makanan yang diberikan. Mulai dari menutup mulutnya, menyemburkannya, atau melepeh makanan. Mama harus ekstra sabar karena mungkin tingkah anak-anak yang sulit makan bisa membuat kesal dan panik.

Setelah dilakukan konsultasi anak susah makan memang nafsu makan cenderung menurun ketika memasuki usia 1-1,5 tahun. Kemungkinan hal ini dikarenakan saat si Kecil lepas dari ASI dan mulai bisa berjalan. Tubuhnya akan lebih aktif dan perhatiannya terhadap makanan semakin berkurang. Susah makan bukan merupakan bawwan dari kandungan misalnya kurang selera makan saat mengandung. Oleh karena itu Mama tahu penyebab-penyebab lain mengapa nafsu makan anak menjadi menurun.

Berikut ini merupakan penyebab-penyebab mengapa anak susah makan dengan masing-masing tips untuk mengatasinya

  • Mulai mengenali rasa masakan

Rasa ingin tahu anak ‘meledak-ledak’ saat usia batita, termasuk masalah rasa. Indra perasanya mulai mengecap citrarasa lain selain rasa tawar air susu. Oleh karena itu, ia mulai menentukan pilihan rasa yang ia senangi. Terkadang orang tua tidak menyadari hal ini. Batita tetap diberi makanan seperti halnya si anak masih berusia bayi. Tentu saja anak akan menolak makan karena rasa yang dicap oleh lidahnya berbeda dari apa yang diinginkannya.

Mengatasi Anak Yang Mengalami Kurang Selera Makan

Mengatasi Anak Yang Mengalami Kurang Selera Makan

  • Tips

Cari tahu rasa seperti apa yang membuat anak tertarik untuk makan.

  • Bosan terhadap tekstur makanan

Penyebab ini sering terjadi dimana anak akan melepehkan makannya begitu saja. Saat usia anak melewati 1 tahun sebaiknya hindari makanan yang terlalu encer dan terlalu lunak. Kemungkinan besar ia bosan dengan tekstur makanan tinggal telan seperti itu.

  • Tips

Mulailah memberikan makanan yang bisa melatih gerakan peristaltik di rongga mulutnya sehingga anak menikmati proses mengunyah. Hindari juga makanan yang terlalu keras karena akan merusak langit-langit, gusi dan ususnya. Bila takut BABnya menjadi keras, bisa disiasati dengan cara membuat variasi bentuk makanannya. Misalnya, nasinya saja yang di tim tapi lauk- pauknya tidak (suwir atau potong kecil-kecil lauk pauknya agar memudahkan makanan tersebut masuk ke mulut anak).