Tips Untuk Mengatasi Anak Susah Makan

Tips Untuk Mengatasi Anak Susah Makan

Susah makan memang tak mudah untuk terhindarkan dari anak-anak namun, selalu ada tips atasi anak susah makan buat para Mama yang sedang dipusingkan dengan hal ini. Susah makan tak hanya dialami oleh anak-anak usia sekolah yang sudah terkontaminasi dengan jajanan tidak sehat yang sangat mudah didapat disekolahnya. Selain anak-anak usia sekolah susah makan ini juga kerap kali dijumpai pada balita atau bahkan pada bayi.

Kali ini kita akan membahas secara rinci tentang cara mengatasinya baik tips balita susah makan, maupun tips bayi susah makan. Berikut ini uraiannya Mam mohon disimak semoga bermanfaat.

  • Langkah pertama yang harus di perhatikan adalah struktur makan anak Anda yaitu tiga makanan biasa sehari dan dua camilan sehat di antara waktu makan. Dokter mengatakan bahwa paling sering picky eaters yang “grazers” – yaitu, anak-anak yang makan dalam jumlah kecil makanan sepanjang hari. Cara ini dapat membantu memastikan dia makan ketika dia lapar dan mengurangi kesempatan dia akan camilan terlalu banyak.

Tips Untuk Mengatasi Anak Susah Makan

Tips Untuk Mengatasi Anak Susah Makan

  • Melayani berbagai makanan yang baik untuk anak Anda untuk setiap kali makan. Ketika Anda menawarkan makanan baru, cukup tempatkan di bagian depan pada kursi kereta anak Anda. Agar aman pastikan makanan yang Anda pilih adalah yang sesuai dengan usia si Kecil.
  • Memperkenalkan makanan baru satu per satu dan dalam jumlah kecil. Alih-alih seluruh makanan dari makanan yang asing, misalnya, menawarkan favorit bersama dengan sesuatu yang baru. Selalu menyertakan setidaknya satu hal yang Anda tahu anak Anda sukai setiap kali makan.
  • Cobalah untuk menjadwalkan makanan baru ketika Anda tahu anak Anda lapar – camilan dari irisan mangga sebagai kudapan pada sore hari, misalnya.
  • Gunakan ukuran sesuai usia buah hati anda. Ukuran untuk balita adalah sekitar 1/4 dari porsi tunggal untuk orang dewasa. Satu porsi daging untuk anak yang berusia 1 tahun adalah tentang ukuran telapak tangannya, dan satu porsi sayuran hanya sekitar 1 atau 2 sendok makan.
  • Memahami bahwa selera beberapa anak berbeda dengan anak-anak yang lain. Beberapa hanya tidak akan seperti tekstur, warna, atau rasa makanan tertentu. Itu sebabnya seorang anak mungkin mengklaim untuk tidak menyukai makanan ia bahkan pernah mencoba. Demikian juga, beberapa anak mungkin menolak makanan mungkin sebagai isyarat memberitahu anda bahwa mereka sedang sakit atau karena mereka memiliki beberapa masalah lainnya dengan itu.
  • Mencari cara untuk meningkatkan nilai gizi dari piring anak Anda menikmati. Tambahkan beberapa bibit gandum atau ayam potong dadu ke makaroni panggangnya, sayuran bubur seperti wortel atau bayam untuk saus pasta, dan potongan kecil buah untuk sereal favoritnya, misalnya.
  • Menahan diri untuk menawarkan makanan manis agar si Kecil makan lebih banyak. Karena manis bukan satu-satunya rasa yang menunjang makanan!
  • Meminimalkan gangguan di meja. Jika saudara sedang berjalan di sekitar terdekat atau film kartun pada televisi mengundang dari seberang ruangan, anak Anda mungkin kehilangan minat dalam makanan yang disajikan. Cobalah untuk membuat waktu makan menjadi santai dan tenang.