Anak Satu Tahun Susah Makan

Penyakit Yang Timbul Jika Anak Satu Tahun Susah Makan

Kebanyakan masalah susah makan dialami oleh anak usia satu tahun. Seperti yang telah kita ketahui bahwa anak satu tahun mulai bisa pilih-pilih makanan sehingga menyebabkan anak malas makan. Anak satu tahun susah makan tentunya akan berdampak pada kondisi kesehatannya. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan akibat dari susah makan ialah masalah gizi yang paling utama, lalu masalah pencernaan hingga masalah berat badan dan tubuh si Kecil menjadi kurus. Selain masalah-masalah tersebut ternyata masih banyak akibat lain jika anak sakit susah makan.

Mam jangan biarkan jika buah hati anda yang saat ini berusia satu tahun dan sedang mengalami masalah susah makan. Karena pada usia satu tahun kebutuhan gizi anak harus terpenuhi secara maksimal dengan makan makanan berserat yang mengandung berbagai vitamin.

Pada usia satu tahun tentunya vitamin dan mineral sangat dibutuhkan untuk mengurangi hambatan yang akan terjadi dalam masa pertumbuhannya, dan saat dia dewasa nanti tidak terserang penyakit berbahaya akibat kekurangan gizi. Berikut beberapa penyakit yang kemungkinan besar menyerang buah hati anda jika kekurangan gizi berupa mineral dan vitamin.

Penyakit  Jika Anak Satu Tahun Susah Makan

Penyakit yang Timbul Jika Anak Satu Tahun Susah Makan

  • Akibat kekurangan Kalium, Otot menjadi tidak kuat, dan beresiko mengalami berbagai gangguan pada jantung.
  • Akibat kekurangan Flor, Beresiko mengalami kerusakan gigi.
  • Akibat kekurangan Fosfor, Sangat mudah merasa lemas dan tidak nafsu makan.
  • Akibat kekurangan Tembaga, Menghambat perkembangan otak, membuat rambut serta tulang menjadi rapuh.
  • Akibat kekurangan Magnesium, Gangguan pada hormon paratiroid.
  • Akibat kekurangan Klor, Mudah merasa lemas dan cenderung cengeng.
  • Akibat kekurangan Iodium, Beresiko terserang penyakit gondok dan fungsi mental tidak stabil.
  • Akibat kekurangan Krom, Bermasalah pada pertumbuhan dan beresiko terserang diabetes militus.
  • Akibat kekurangan Zat Besi, Cenderung tampak lesu dan pucat.
  • Akibat kekurangan Vitamin D, Sering terserang penyakit yang berkaitan dengan influenza seperti flu dan batuk kronis berulang (BKB).
  • Akibat kekurangan Vitamin A, Meningkatkan resiko kekaburan pada mata.
  • Akibat kekurangan Asam folat, Beresiko terserang diare dan kurang darah.
  • Akibat kekurangan Vitamin B1, Mengalami pembesaran pada jantung bagian kanan, gejalanya anak akan menjadi rewel dan sering gelisah pun juga badannya akan membengkak.
  • Akibat kekurangan Vitamin K, Mudah mengalami pendarahan, seperti mengalami pendarahan saat buang air besar.
  • Akibat kekurangan Vitamin B2, Akan sangat berdampak pada daerah sekitar mulut si Kecil, biasanya bibirnya menjadi licin dan berwarna pink pucat juga sering timbul semacam luka di sudut bibir.
  • Akibat kekurangan Vitamin D, Proses tumbuh gigi si Kecil agak lambat dan mengalami masalah tulang, seperti deformitas tulang dan pembekakan pada sendi.
  • Kekurangan vitamin B12, Mengalami gejala kurang darah dan membesarnya sel darah. Dan masalah makan mengalami hambatan karena si Kecil akan mudah mual, muntah serta buang air besar berlebihan. Selain itu juga akan membuat lidah menjadi halus tanpa bintil-bintil.
  • Akibat kekurang Vitamin B6, Si Kecil menjadi lebih sering menangis dan sering kaget, serta kejang.
  • Akibat kekurangan Vitamin C, Mengalami masalah pada tungkai. Misal, tungkai terasa nyeri dan tungkai bawah menjadi melemah serta mudah mengalami pendarahan pada kulit.
  • Akibat kekurangan Niasin, Si Kecil menjadi mudah mengalami gangguan pada kulitnya, mudah diare, sakit pada area lidah dan mulut, kurang darah dan sering memiliki perasaan bingung yang tidak diketahui penyebabnya.