Alasan Mengapa Anak 1 Tahun Susah Makan dan Apa Akibatnya

Alasan Mengapa Anak 1 Tahun Susah Makan dan Apa Akibatnya

Sebelum mengatasi anak yang susah makan Mama perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Saat Anak 1 Tahun hingga 1,5 tahun anak-anak akan mulai mengalami susah makan. Lalu muncul pertanyaan mengapa anak 1,5 tahun susah makan? Mam tahukah anda masalah susah makan yang paling sering dialami oleh balita adalah saat usianya mulai memasuki 1 tahun atau 1,5 tahun.

Hal ini dikarenakan pada usia 1 sampai 1,5 tahun si kecil rentan mengalami perubahan mood dan fisik, misalnya perubahan fisik yaitu sedang tumbuh gigi. Selain perubahan mood dan fisik si kecil beberapa alasan anak susah makan berikut perlu juga Mama ketahui.

  • Pada usia ini si Kecil akan mulai tahu rasa makanan dan mulai bisa memilih makanan.
  • Jangan beri si Kecil camilan manis dan gurih.
  • Munculnya sikap negativistic (penolakan terhadap rutinitas yang wajib dilakukan anak)
  • Mungkin si Kecil sedang sakit.
  • Mungkin si Kecil mulai bosan tekstur makanan yang halus dan campur aduk.
  • Si Kecil akan lebih senang berjalan-jalan atau main ketimbang makan.
  • Pastikan jarak makan si Kecil saat dia hendak diberi makan. Dengan waktu yang berdekatan dia tak akan pernah benar-benar lapar, sehingga ia akan malas-malasan untuk makan.

Alasan Anak 1 Tahun Susah Makan dan Akibatnya

Alasan Mengapa Anak 1 Tahun Susah Makan dan Apa Akibatnya

Apa yang Mama takutkan jika si Kecil sulit makan, sehingga Mama merasa panik dan ingin segera mencari tahu jalan keluar dari masalah susah makan anak ini ? mungkin beberapa Mama mempunyai jawaban simpel seperti, “nanti anak-anak bisa sakit jika tidak mau makan” atau “takutnya si Kecil kena gizi buruk”. Ternyata Mam, akibat dari susah makan pada anak bukan hanya itu loh, dampaknya pada si Kecil ternyata akan lebih luas. Akibat dari susah makan pada anak akan kami uraiakan sebagai berikut :

  • Anak yang malas makan cenderung tidak mandiri.
  • Jika anak jarang makan akan membuat otot motorik oral (bertugas melakukan gerakan menguyah pada mulut) akan lemas.
  • jika otot motorik oral lemah anak akan mengalami masalah komunikasi karena kejelasan bicaranya tidak baik.
  • Mudah mengalami masalah emosional. Hal ini berhungan dengan kendala yang di alaminya karena kejelasan bicaranya kurang, sehingga orang lain akan lebih sulit memahaminya. Hal inilah yang menyebabkan emosinya menjadi terganggu.