Akibat dari si Kecil yang Kurus karena Susah Makan

Akibat dari si Kecil yang Kurus karena Susah Makan

Apa yang terjadi jika anak kurus dan susah makan? Si Kecil yang susah makan paling sering dialami oleh anak usia satu tahun keatas hal ini dikarenakan mereka sudah paham soal cita rasa, dan sudah mampu memilih makanan yang dia rasa enak. Hal ini biasanya disebabkan karena si Kecil terlalu cepat diberi makan snack sehingga saat Mama akan memberinya makanan yang mengandung gizi yang dibutuhkan untuk perkembangannya, misal bubur, sayur atau buah, maka yang terjadi adalah anak kurang selera makan.

Mungkin yang para orangtua takutkan dari si Kecil yang susah makan yakni penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan gizi, misal gizi buruk. Namun tahukah Mama susah makan ternyata berdampak sangat luas bagi kesehatan si Kecil. Penyakit yang ditimbulkan akibat susah makan pun bukan hanya masalah gizi saja. Dampak yang paling menonjol pada anak yang susah makan ialah terlihat dari badannya yang kurus. Anak kurus susah makan akan beresiko memiliki beberapa penyakit sebagai berikut.

Akibat dari si Kecil yang Kurus karena Susah Makan

  • Keterlambatan berbicara

Anak yang kurus akibat susah makan akan mempengaruhi otot motorik oral karena jarang mengunyah makanan yang mengakibatkan anak menjadi lambat berbicara.

  • Bermasalah dalam mengunyah dan menelan

Karena pilih-pilih makanan anak cenderung akan memilih makanan cair dan tidak menyukai makanan yang mengandung serat, karenanya kemampuan menelan dan mengunyah akan mengalami gangguan sehingga menyebabkan tubuh kekurangan gizi dan terlihat kurus.

Akibat dari si Kecil yang Kurus karena Susah Makan

  • Kulit menjadi sensitif

Anak yang kurus akan menyebabkan kulitnya kering dan sensitif sehingga sering menyebabkan penyakit kulit seperti bintik kemerahan atau bisul disekitar pipi dan telinga, kulit jadi gampang terserang iritasi biasanya gatal disekitar telinga, mata, dan juga menyebabkan kerak di daerah sekitar rambut.

  • Berpengaruh pada pernafasan

Tubuh si Kecil yang kurus akan menyebabkan pernafasannya menjadi terganggu dan sering batuk. Dan nafasnya akan berbunyi seperti “grongg.. grongg”

  • Sering berkeringat

Anak yang memiliki tubuh kurus akan lebih sering berkeringat terutama pada dahi.

  • Kurang fokus

Anak cenderung tidak bisa berkonsentrasi pada satu tujuan, tidak fokus dalam belajar disekolah dan menjadi cepat bosan.

  • Emosi tidak terkontrol

Segala sesuatu yang dia rasa tidak sejalan dengan keinginannya maka caranya menanggapi adalah dengan menangis. Dan anak yang kurus lebih sering berteriak dari pada berbicara biasa, serta cenderung tidak sabaran.

  • Area hidung menjadi sensitif

Anak yang memiliki tubuh kurus akan lebih beresiko terserang influenza.

  • Mata sering berair

Jika hal ini terjadi pada buah hati anda, anda tidak perlu memberinya tetes mata atau antibiotik karena mata berair pada anak yang kurus bukanlah infeksi, jadi tetes mata maupun antibiotik tidak berpengaruh.