Fakta Berat Badan Anak

Tahukah Mama bahwa anak umur 1 tahun berat badan idealnya adalah 3 KALI LIPAT berat badan saat lahir. Ketika umur 2 tahun, berat idealnya menjadi 4 kali lipat dari berat saat dilahirkan. Sebagai orang tua kita harus terus memantau perkembangan berat badan seorang anak agar tumbuh kembang anak menjadi sempurna. Sehingga sel sel tubuh anak berkembang dan berfungsi secara maksimal.

Namun sayangnya dalam perkembangan Anak, seringkali muncul masalah susah makan sehingga perkembangan dan pertumbuhan badannya menjadi tidak ideal. Padahal di usia ini anak justru perlu mendapat asupan gizi lebih banyak dibanding saat bayi. Pasalnya, daya jelajah anak semakin luas mengingat dia sudah bisa berjalan. Otaknya pun “lapar” untuk mendapatkan berbagai masukan mengenai hal-hal baru melalui berbagai stimulasi.

Saat anak memasuki umur 9 bulan, biasanya porsi makan anak harus lebih besar dibanding saat hanya mengkonsumsi ASI. Biasanya, anak mendapat tiga jenis makanan dalam satu hari, yakni makanan padat, susu tambahan pendamping ASI, maupun ASI itu sendiri. Dalam menjalani kebiasaan baru ini, bisa saja anak mengalami hal-hal yang membuatnya enggan menyantap makanan. Beberapa alasan anak malas makan adalah sebagai berikut …

Kenapa Anak Susah Makan?

Tidak Merasa Benar-Benar Lapar

Makanan tambahan yang diberikan Ibu berupa pendamping ASI membuat anak tak merasa benar-benar lapar saat waktu makan tiba. Hal ini membuat anak menolak makan, apalagi jika menu yang diberikan cuma itu-itu saja.

Mulai Memiliki Selera Sendiri

Saat tumbuh berkembang, rasa ingin tau anak semakin besar, mereka memiliki selera sendiri terhadap makanan yang Ibu hidangkan. Itulah sebabnya saat usia lebih dari 1 tahun, makanan tidak boleh tawar saja rasanya. Cobalah untuk memberikan makanan yang beraneka rasa.

Bosan dengan Tekstur yang Campur Aduk

Biasanya makanan yang Mama sajikan dengan tekstur yang campur aduk membuat anak bosan. Itu mengharuskan Mama lebih cerdik dalam menyiasati olahan makanan yang akan diberikan. Pisahkan lauk, berikan hiasan pada makanan.

Munculnya Sifat Negatif Terhadap Makanan

Sifat ini ditandai dengan sikap penolakan terhadap rutinitas yang selama ini wajib dijalani anak. Semakin anak dipaksa untuk mencoba makanan, maka mereka akan semakin keras menolak. Imbasnya adalah mereka akan malas makan, bahkan bisa jadi hingga dewasa akan trauma terhadap makanan tertentu karena sejak kecil selalu dipaksa untuk mencobanya.

Lebih Asyik dengan Kegiatan Eksplorasi Lain

Setelah lebih dari 1 tahun, minat anak untuk mengeksplor dan bermain akan makin besar. Mereka akan berjalan kemana pun mereka mau, menggigit sembarang alat, dan mencoba apa pun. Bagi mereka, makan adalah hal yang hanya buang-buang waktu saja.

Terlalu Sering Diberi Cemilan Gurih dan Manis

Jajanan yang gurih dan manis akan memberikan rasa yang salah terhadap selera makan anak. Meskipun banyak, asupan gizi dari jajanan ini tidak akan mencukupi kebutuhan suplemen Anak. Mereka yang terbiasa dengan jajanan gurih akan merasa ogah jika diminta memakan nasi yang lebih tawar.

Bagaimana Agar Nafsu Makan Anak Stabil?

Bersabar adalah satu-satunya jalan untuk menghadapi anak yang mengalami masalah susah makan. Jangan merasa kesal dan putus asa ketika anak tidak koperatif dalam urusan makan. Berikut ini beberapa cara yang dapat Mama coba untuk membantu agar anak memiliki nafsu makan yang baik. Mama bisa coba beberapa langkah ini secara bertahap.

  • Cicipi makanan sebelum diberikan ke anak, pastikan rasanya enak. Jangan diberikan ke anak sebelum rasanya pas.
  • Kombinasikan rasa makanan, gurih dan asin dengan rasa manis dari buah-buahan. Rasa yang bervariasi akan membuat selera makan anak bertambah.
  • Usahakan menu makanan yang diberikan bervariasi setiap pekan. Hindari memberi makanan yang itu-itu saja. Bunda saja bosan, apalagi mereka!
  • Gunakan alat makan yang bercorak dan berwarna. Ajak anak untuk membeli alat makan mereka sendiri.
  • Berikan lauk pauk yang juga dimakan oleh anggota keluarga lain. Jangan melulu wortel, hati ayam, dan bayam. Yang perlu dihindari hanyalah makanan yang membuat alergi semisal ikan laut, udang atau telur.
  • Bangun suasana yang menyenangkan saat anak makan. Bisa dengan iringan musik, sambil anak bermain atau melihat-lihat dunia luar.
  • Jangan memberikan susu berlebih saat anak malas makan. Hal itu akan makin mengurangi selera makannya, karena perutnya sudah penuh dengan susu sebelum mengkonsumsi makanan sehat.
  • Hindari makanan alternatif yang mengenyangkan. Jika anak bosan dengan nasi, berikan menu lain yang setara semisal roti, jagung, ubi, dsb.
  • Jangan lupa berikan suplemen atau vitamin yang membantu menjaga daya tahan tubuhnya. Utamakan produk herbal yang bebas dari pengawet.

Memperkenalkan ...

Suplemen Nutrisi untuk Tumbuh Kembang dan Daya Tahan Tubuh Anak

Laperma Platinum Product 1
Laperma Platinum Product 2
Laperma Platinum Product 3

Laperma™ Platinum adalah suplemen nutrisi untuk tumbuh kembang & daya tahan tubuh anak yang dibuat dari Madu Afis Mellifera, Sari Ikan Salmon, temulawak, temu ireng dan berbagai bahan herbal berkualitas. Laperma™ Platinum diproses dari bahan madu yang terjamin keaslian, kemurnian dan kualitasnya.

Bahan herbal terbukti memberikan khasiat sangat baik bagi pertumbuhan anak. Selain bebas pengawet, Laperma™ Platinum mengandung zat alami yang membantu mencegah datangnya penyakit, memberikan efek menyehatkan dan rasa bugar dari dalam tubuh.

Jangan Menunggu Lagi… Dapatkan Laperma™ Platinum hanya di Distributor Resmi Kami…

Khasiat Bahan Baku dalam Laperma™ Platinum

Harga Laperma™ Platinum

ATURAN PAKAI LAPERMA™ PLATINUM

Aturan konsumsi Laperma™ Platinum untuk anak usia 1 – 3 tahun adalah :

  • 2 kali sehari
  • 1/4 sendok obat (1,25 ml)
  • Diminum Pagi 1 jam sebelum sarapan dan Malam hari sebelum tidur
  • Kocok sebelum diminum

Laperma™ Platinum dapat dijadikan olesan selai, dicampur dengan susu atau diminum secara langsung. Hentikan konsumsi jika Anak mengalami alergi.

Aturan konsumsi Laperma™ Platinum untuk anak usia 4 – 10 tahun adalah :

  • 2 kali sehari
  • 1/2 sendok obat (2,50 ml)
  • Diminum Pagi 1 jam sebelum sarapan dan Malam hari sebelum tidur
  • Kocok sebelum diminum

Laperma™ Platinum dapat dijadikan olesan selai, dicampur dengan susu atau diminum secara langsung. Hentikan konsumsi jika Anak mengalami alergi.

Aturan konsumsi Laperma™ Platinum untuk anak usia 11 – 15 tahun adalah :

  • 2 kali sehari
  • 1 sendok obat (5,00 ml)
  • Diminum Pagi 1 jam sebelum sarapan dan Malam hari sebelum tidur
  • Kocok sebelum diminum

Laperma™ Platinum dapat dijadikan olesan selai, dicampur dengan susu atau diminum secara langsung. Hentikan konsumsi jika Anak mengalami alergi.

**Disclaimer : Hasil positif mungkin saja berbeda untuk setiap konsumen, bergantung dengan kondisi, pola pemakaian dan metabolisme tubuh masing-masing individu. Mulailah dengan dosis yang lebih rendah dari yang disarankan. Mohon hentikan konsumsi jika anak mengalami alergi.

Punya Pertanyaan? Hubungi Kami untuk Info Selengkapnya